PROFIL KLUB : JUVENTUS (Part – 4)



Pada musim 1933-34, Felice Placido Borel II sukses mencetak 31 gol dengan 34 kali penampilan, menjadikan sebuah rekor pribadi bagi dirinya dan Juventus dalam semusim. Ferenc Hirzer merupakan topskor terbanyak dalam satu musim dengan raihan 35 gol lewat 26 kali penampilan di musim 1925-26 (rekor juga untuk sepakbola Italia). Gol paling banyak yang di cetak seorang pemain adalah 6 gol yang berhasil di capai oleh Omar Enrique Sivori ketika Juventus melawan Internazionale Milan pada musim 1960-61. 
Pertandingan resmi perdana yang di ikuti Juventus adalah Third Federal Football Championship, yang merupakan cikal bakal seri-A, melawan Torinese di mana kala itu Juve kalah 0-1. Kemenangan terbesar yang di cetak Juve sepanjang sejarah adalah saat melawan klub Cento dengan skor 15-0 di ronde kedua Piala Italia pada musim 1926-27. Di seri-A, Fiorentina dan Fiumana adalah klub yang sempat dikalahkan Bianconeri dengan skor besar, masing-masing klub di cukur Juve dengan skor 11-0 di musim 1928-29. Kekalahan Juventus terbesar di derita ketika musim 1911-12 (melawan AC Milan kalah dengan skor 1-8) dan musim 1912-13 (melawan rival sekota AC Torino kalah dengan skor 0-8). 
Si Nyonya Tua juga memegang rekor sebagai tim dengan tingkat produktivitas gol terbesar sepanjang musim, di semua kompetisi, tepatnya musim 1992-93 dengan jumlah total 106 gol sepanjang musim. Penjualan Zinedine Zidane ke klub raksasa Spanyol Real Madrid pada akhir 2001 menjadi rekor transfer dunia dengan nilai mencapai £46 juta sebelum di pecahkan atas nama Cristiano Ronaldo yang juga pindah ke klub Spanyol tersebut dengan nilai £82 juta.

PROFIL KLUB : JUVENTUS (Part – 5)




Pemilik FIAT, Edoardo Agnelli mulai mengambil alih kendali Juventus pada tahun 1923, dimana kemudian ia membangun stadion baru, dan membangkitkan semangat tim hingga Juve meraih Scudetto pada musim 1925-26. Mereka juga berhasil menjadi klub super di Italia dengan meraih gelar lima kali berturut-turut dari 1930 sampai 1935, di bawah kepelatihan Carlo Carcano. Namun setelah itu, Juve selalu kalah bersaing dengan saudaranya, FC Torino yang saat itu sedang di puncak keemasan dan mendapat sebutan "Grande Torino". 

Pada suatu musim panas, satu peristiwa penting terjadi di Juventus, tepatnya pada 22 Juli 1945, di mana Gianni Agnelli mengambil alih posisi presiden klub, meneruskan tradisi keluarga Agnelli. Setelah usai Perang Dunia II, Juve berhasil menambah koleksi dua gelar Seri-A pada musim 1949–50 dan 1951–52, dibawah kepelatihan orang Inggris, Jesse Carver. Gianni Agnelli kemudian meninggalkan klub pada tahun 1954. Tahun tersebut merupakan periode gelap Juve yang di mulai dengan prestasi hanya mampu finish di peringkat tujuh. Pada November 1956 sebuah kabar baik berhembus dengan masuknya seorang Umberto Agnelli sebagai komisioner klub. skuad mereka menjadi lebih kuat dengan kehadiran beberapa pemain baru yang hebat antara lain Omar Sivori dan John Charles yang melengkapi para punggawa sebelumnya seperti Giampiero Boniperti. Musim 1957/58, Juve kembali berprestasi di Seri-A, dan menjadikan mereka klub Italia pertama yang berhak menyematkan bintang kehormatan setelah mengoleksi 10 gelar Liga Seri-A. Selanjutnya mereka berhasil menambah tiga gelar lagi bersama defender Gaetano Scirea di musim 1974/75, 1976/77 dan 1977/78.

PROFIL KLUB : JUVENTUS (Part – 6)




Era Trapattoni benar-benar membuat kekuatan Seri-A porak poranda di tahun 80-an. Juve begitu perkasa di zaman tersebut, dengan empat gelar Seri-A di era tersebut, termasuk mengirim 6 pemainnya untuk ikut andil dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Paolo Rossi adalah salah satu pemain Juve yang kemudian terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, setelah turnamen Piala Dunia di tahun yang sama. Setelah era Rossi usai, pemuda bernama Michel Platini kemudian secara mengejutkan berhasil menjadi Pemain Terbaik Eropa selama tiga tahun berturut-turut yakni, 1983, 1984 dan 1985. Bahkan sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai pencapaian dirinya. Juventus merupakan satu-satunya klub yang berhasil mengantarkan para pemainnya menjadi Pemain Terbaik Eropa selama empat tahun berturt-turut. Juventus juga berhasil merebut scudetto terakhir mereka di era ‘80-an pada musim 1985/86, yang juga ironisnya menjadi tahun terakhir Trappatoni bersama Juventus. Memasuki akhir ‘80-an, Juventus gagal menunjukkan performa terbaik mereka, dan harus mengakui keunggulan SSC Napoli yang saat itu menjadi pusat perhatian lewat aksi megabintang mereka, Diego Maradona, dan juga kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.
Lippi mengambil alih posisi kepelatihan Juventus pada awal musim 1994. Ia lantas mengantarkan Juventus meraih Scudetto Seri-A untuk pertama kalinya, sejak tahun ‘80-an, di musim ‘94/’95. Lippi juga memimpin Juventus memenangkan trofi Liga Champions Eropa pada musim yang sama (‘94/’95). Juve kembali memenangkan gelar Scudetto Seri-A (‘96/’97 dan ‘97/’98), termasuk juga Piala Super Eropa 1996 dan Piala Interkontinental 1996. Sempat berpisah, Lippi kembali ke Juventus di awal 2001, membawa Juve kembali memenangi dua gelar Seri-A di musim ‘01/’02 dan ‘02/’03. Lippi akhirnya diangkat menjadi manajer timnas Italia, dan harus mengakhiri karir kepelatihannya bersama Juventus. Lippi mencatatkan diri sebagai pelatih terbaik Juventus di era ‘90-an hingga akhir musim ‘02/’03.

PROFIL PEMAIN : ROBIN VAN PERSIE (Part – 1)




Siapa tak mengenal sosok Robin Van Persie. Pria yang lahir di Rotterdam, Belanda, 6 Agustus 1983 ini merupakan penyerang andalan tim oranye Belanda, yang juga ujung tombak klub Liga Primer Inggris, Arsenal saat ini. Van Persie hadir di tengah-tengah keluarga berdarah seniman. Ibunya, José Ras adalah seorang pelukis dan desainer perhiasan yang juga pengajar anak-anak berkebutuhan khusus. Sedangkan ayahnya, Bob merupakan seorang pematung. Usai perceraian kedua orang tuanya, Van Persie sejak itu mulai tinggal bersama ayahnya. Sejak dulu, Van Persie kecil becita-cita menjadi seorang pesepakbola terkenal, dan masuk dalam skuad tim nasional negaranya, Belanda. Impiannya pun akhirnya terwujud. Saat ini, Van Persie merupakan penyerang utama tim nasional sepak bola Belanda. Ia termasuk anggota Tim Oranye, julukan bagi timnas Belanda, yang memperkuat tim oranye di Piala Dunia 2006, 2010, serta Piala Eropa 2008. 

Bersama Arsenal, klub yang di belanya saat ini, Van Persie di anggap merupakan salah satu penyerang paling mematikan di kompetisi Liga Primer Inggris saat ini.  Kemampuan, tehnik dan gaya permainannya sering di banding-bandingkan dengan pemain legendaris sepak bola Belanda, Marco Van Basten. Namun RVP, begitu panggilan para fans untuk dirinya, tetap menunjukan kerendahan hatinya, dan menganggap keberhasilannya saat ini tak lepas dari peran pelatih, rekan-rekannya di tim, serta para pendukung yang selalu memberinya dukungan dan kepercayaan dalam setiap pertandingan. Kepercayaan itu di bayarnya lewat penampilan yang cemerlang selama membela The Gunners, Arsenal.

PROFIL PEMAIN : ROBIN VAN PERSIE (Part – 2)




Selain sifat rendah hatinya saat menjadi pemain sepakbola, Van Persie pun selalu menjaga hubungan baik dalam kehidupan pribadinya. Van Persie adalah salah satu pemain terkenal yang jauh dari gosip dan kehidupan glamour. Bandingkan dengan pemain-pemain kebanyakan yang bermain di Liga Inggris. Ia lebih senang menghabiskan waktu bersama keluarganya di saat liburan, ketimbang berpesta di klub-klub malam. Van Persie menjadi mualaf setelah menikahi seorang gadis berdarah Maroko, Bouchra. Mereka di karuniai dua buah hati, yakni seorang anak lelaki yang di beri nama Shaqueel and anak perempuan bernama Dina.

Namun akhir-akhir ini, masa depan Van Persie di Arsenal menjadi pembahasan menarik karena kontraknya berakhir tahun depan. Striker yang merupakan pencetak gol terbanyak Arsenal di Liga Primer Inggris itu pernah mengatakan baru akan mempertimbangkan masa depan kariernya di Emirates Stadium begitu musim berakhir. Peran RVP di lapangan sangat jelas sekali. Ia merupakan tulang punggung tim. Hampir semua gol The Gunners tak lepas dari perannya di lapangan, baik sebagai pencetak skor, maupun lewat assist-assistnya. Hingga saat ini, ia sudah mencetak 25 gol di musim ini, dua diantaranya dibuat ke gawang Liverpool, Sabtu silam dan membawa timnya menang dengan skor 2-1. RVP tampil sangat cemerlang di musim ini. Total ia sudah menorehkan total 32 gol dalam 37 kali penampilannya. Tak heran bila ada yang bilang, separuh bahkan lebih, kekuatan Arsenal bergantung pada peformanya.

KANSELIR YANG DI BENCI SEKALIGUS DI PUJA DUNIA



Siapa yang tak mengenal sosok Adolf Hitler? Ia adalah Kanselir Jerman yang paling terkenal ketika tahun 1933 dan merupakan Führer (Pemimpin) (Reich ketiga) bagi Jerman sejak 1934 sampai meninggalnya. Pada tanggal 2 Agustus 1934, ia mengangkat dirinya menjadi diktator baru Jerman setelah Presiden sebelumnya, Von Hindenburg meninggal. Ia menyatukan dua jabatan, jabatan kanselir dan presiden, menjadi Führer sekaligus menjadikan partainya kala itu, Nazi, sebagai partai tunggal di Jerman. Nazi merupakan Partai Nasionalis-Sosialis (National Socialist German Workers Party atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei / NSDAP) yang di ketuai oleh Hitler sendiri.


Secara resmi, Nazi mulai di bubarkan setelah pasukan Jerman kalah dalam Perang Dunia II yang bisa di bilang merupakan akibat dari kediktatoran Hitler. Namun di balik itu semua, Hitler pantas di kagumi dan di kenang. Hitler adalah seorang orator yang berkharisma luar biasa. Sejarah mencatat, ia adalah manusia paling kejam namun juga jenius, paling tidak manusiawi, namun tetap romantis, paling di benci, namun paling di puja. Hitler adalah manusia unik dan langka yang di ciptakan, dengan kharisma tiada banding. Percaya atau tidak, Hitler adalah satu-satunya manusia di muka bumi ini yang –mungkin- pernah menguasai dunia ! Luar biasa, tak ada kata-kata yang lebih pantas lagi untuk mengagumi bakat gila sekaligus ajaib bagi seorang psikopat ulung seperti Hitler.

KEGAGALAN ADOLF KECIL MERAIH CITA-CITA



Adolf Hitler lahir di Gasthof zum Pommer, sebuah penginapan yang terletak di daerah Braunau am Inn, Austria, yang berbatasan dekat dengan Jerman. Bayi kecil itu lahir pada tanggal 20 April 1889 sebagai anak keempat seorang pegawai kantor bea cukai. Ayah barnama Alois Hitler, sedangkan ibunya bernama Klara Pölzl, yang merupakan istri ketiga dari Alois. Keluarga Hitler sering berpindah-pindah tempat dari Braunau am Inn kemudian ke Passau, Lambach, Leonding, dan terakhir di Linz. Hitler kecil sebenarnya merupakan anak yang cerdas. Ia adalah pelajar yang baik ketika bersekolah di elementary school (setingkat SMP). Namun saat tahun pertamanya di high school (setingkat SMU), ia gagal dan harus kembali mengulang kelas.

Hitler pernah mengakui bahwa kegagalannya saat di High School itu lebih di sebabkan karena pemberontakan dirinya atas Alois. Ayahnya menginginkan Adolf remaja dapat melanjutkan karier ayahnya sebagai seorang pegawai bea cukai. Namun Adolf bercita-cita menjadi seorang pelukis di banding harus mengikuti jejak ayahnya. Setelah Alois tiada, tidak ada perkembangan dan perubahan berarti dalam pendidikan Adolf di sekolah. Bahkan pada usianya yang menginjak 16 tahun, Hitler keluar dari sekolah tanpa gelar apapun. Ketika dia berumur 21 tahun, Hitler memperoleh warisan dari salah seorang bibinya. Hitler sempat dua kali di tolak untuk mengikuti kuliah di Akademi Seni Wina. Di saat itu, Hitler berjuang mendapatkan uang tambahan sebagai seorang pelukis, di mana ia menyalin gambar dari sebuah kartu pos dan menjual lukisannya tersebut pada turis yang datang ke negaranya saat itu, Austria.