Mandau, Senjata yang Paling Berharga di Pulau Kalimantan


Keywords:
mandau
pusaka kalimantan
suku dayak 

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki begitu banyak suku dan budaya yang unik dan menakjubkan di dunia. Ada lebih dari seratus suku-suku yang dapat ditemukan di Indonesia, dan Suku Dayak adalah salah satunya. Suku ini awalnya berasal dari Pulau Kalimantan, yang dikenal sangat baik sebagai Pulau Kalimantan. Mirip dengan suku-suku lain yang dapat ditemukan dengan mudah di Indonesia, suku ini memiliki begitu banyak kebudayaan dan tradisi yang memiliki nilai sangat tinggi. Itulah mengapa begitu banyak orang dan wisatawan, baik dari Indonesia sendiri atau dari negara lain senang untuk mengunjungi pulau ini untuk melihat bagaimana Suku Dayak hidup di pulau ini sangat besar.

Ada begitu banyak kebudayaan dan tradisi yang dapat ditemukan dengan mudah di Suku Dayak. Sebagai salah satu suku yang paling penting di Kalimantan, Suku Dayak memiliki senjata tradisional, yang digunakan oleh hampir semua pria di Suku Dayak untuk mempertahankan diri dari bahaya yang dapat terjadi pada mereka. Senjata Suku Dayak disebut Mandau. Senjata ini terbuat dari kayu dengan kerajinan yang sangat indah di tempatnya. Kesakralan dan keunikan dari senjata ini juga menjadi nilai tambah mengapa pusaka ini banyak digunakan dan dikoleksi. Inilah sebabnya mengapa wisatawan tertarik untuk memiliki jenis senjata sebagai koleksi, karena nilai yang tinggi.

Fakta bahwa mandau adalah senjata yang sangat penting dari Suku Dayak, yang hampir digunakan oleh semua Suku suku Dayak, senjata ini akhirnya dianggap sebagai Pusaka Kalimantan. Ini berarti bahwa mandau dianggap sebagai salah satu senjata sejarah yang paling penting yang sudah sangat tinggi nilai di antara jenis senjata lain. Sebagian besar, orang-orang Suku Dayak  menggunakan Pusaka Kalimantan ini untuk berburu, memotong pohon, dan bahkan untuk bertindak ekstrim, seperti membela diri dari serangan orang lain. Tidak heran mengapa hampir semua laki-laki di Suku Dayak membawa senjata ini kapan saja dan dimana saja, karena itu adalah simbol dari kekuasaan mereka dan kejantanan mereka. 


Beli Mandau Asli Buatan Kalimantan Klik

Tips Merawat Benda Pusaka dalam Bentuk Keris


Selain batu permata yang digunakan sebagai benda pusaka oleh masyarakat, keris juga memiliki peranan yang sama. Dalam budaya Jawa tradisional, seorang pria akan dianggap paripurna jika dia memiliki lima unsur simbolik yaitu curiga yang artinya keris merupakan symbol kedewasaan, keperkasaan dan kejantanan sehingga mereka diharuskan mampu melindungi diri, keluarga dan membela negara. Unsur kedua yaitu turangga yang artinya kuda atau kendaraan, ketiga adalah wisma yang artinya rumah, keempat adalah wanita yang artinya isteri dan keenam adalah kukila yang artinya adalah burung. Sebagai seorang pria Jawa Tradisional, ia harus mampu mengolah, menangkap dan menikmati keindahan serta berolah seni. Unsur-unsur tersebut adalah salah satu keunggulan keris jika dibandingkan dengan batu permata.

Sekarang ini keris yang ada di Indonesia lebih sering digunakan untuk menghiasi pakaian untuk perayaan tradisional seperti pernikahan, perayaan upacara di kerajaan dan perayaan agama lainnya. Selain itu, orang-orang pada zaman dahulu menggolongkan keris menjadi dua yaitu keris hidup dan keris mati. Keris hidup atau yang berisi tayuhan memiliki daya dan memancarkan aura tersendiri bagi yang melihat atau yang memeliharanya. Keris dikatakan hidup jika tampak wingit, galak, demes atau memiliki pembawaan tersendiri sedangkan keris yang mati tampak biasa, tidak ada rasa atau perasaan wingit pada orang yang melihat atau memilikinya. Keris pada zaman dulu cenderung hidup atau disebut keris Tayuhan atau keris pusaka karena bahan yang dipakai untuk pembuatan keris tersebut bertuah. Besi yang digunakan juga bertuah sehingga isi dari keris tersebut tidak akan hilang selama perwujudannya masih ada. Secara logika, selama unsur besi, baja dan pamor keris masih melekat maka kekuatannya tidak akan hilang. Empulah yang mengetahui kekuatan atau daya yang terkandung dalam bahan-bahan keris tersebut.

Seperti halnya tips merawat benda pusaka, dalam memilih keris juga terdapat beberapa tips yang dapat dijadikan pertimbangan. Pertama, keris harus memiliki sifat tangguh yang ditemukan dari meneliti bahan, garapan dan motif pamor yang terdapat pada keris. Kedua, keris harus memiliki sifat wutuh yang artinya memiliki suatu kesan dari sebuah keris yang masih lengkap bagian-bagiannya, tidak ada bagian yang patah atau keropos. Jika salah satu unsur tersebut ada pada keris, maka nilainya akan berkurang. Ketiga, sepuh atau tua maksudnya adanya batas antara besi dan baja pada tiap bilah keris yang ditunjukkan pada warna kebiruan atau hijau metalik pada tepi keris. Tips tersebut perlu diperhatikan dalam memilih keris sebagaimana tips merawat benda pusaka agar tetap awet.


Beli Benda Pusaka Klik disini

Benda Pusaka Peninggalan Keraton Yogyakarta


Benda pusaka yang tedapat dalam keratin Yogyakarta disebut sebagai keagungan dalem yang artinya pusaka milik raja yang memiliki kekuatan ghaib yang diwarisi dari generasi-generasi sebelumnya. Kekeramatan atau keghaiban dari pusaka berhubungan dengan keadaan masa lalu pemilik sebelumnya, asal usul pemiliknya dan perannya dalam sejarah. Pusaka di keratin dapat berbentuk benda nyata dan benda abstrak yaitu dalam bentuk pesan. Benda-benda pusaka di keratin memiliki nama-nama tertentu misalnya Kyai Permili yang merupakan sebuah kereta kuda yang digunakan untuk mengangkut abdi dalem Manggung yang membawa regalia. Pusaka yang menjadi properti Sultan diberi gelar Kyai (K) yang mempunyai sifat maskulin dan Nyai (Ny) yang bersifat feminin, contohnya K Danumaya pada sebuah guci tembikar yang berasal dari Palembang yang berada di pemakaman raja-raja di Imogiri. Selain sebutan Nyai (Ny) dan Kyai (K), pusaka-pusaka yang pernah digunakan oleh Sultan diberi tambahan gelar Kangjeng sehingga gelar selengkapnya adalah Kangjeng Kyai (KK) atau Kangjeng Nyai (KNy), contohnya Kangjeng Nyai Jimat yang merupakan sebuah kereta kuda yang digunakan oleh Sultan Hamengku Buwono I sampai IV sebagai kendaraan resmi dan merupakan kereta terkeramat dari Keraton Yogyakarta. Ada beberapa pusaka yang mempunyai kedudukan tertinggi dan dipercaya memiliku kekuatan super magis mendapat tambahan gelar Ageng sehingga menjadi Kengjeng Kyai Ageng (KKA), contohnya adalah KKA Pleret yaitu sebuah tombak yang pernah digunakan oleh Panembahan Senopati untuk membunuh Arya Penangsang. 

Bentuk dari benda pusaka yang terdapat di Keraton Yogyakarta sangat beragam yang dapat dikelompokkan menjadi senjata tajam, bendera dan panji kebesaran, perlengkapan kebesaran, alat-alat musik, alat-alat transportasi, manuskrip dan babad, perlengkapan sehari-hari, dan masih banyak lagi. Batu permata tidak masuk dalam hitungan pusaka keraton seperti yang terjadi pada umumnya. Biasanya batu permata lebih sering digunakan sebagai pusaka oleh masyarakat pada umumnya. 

Pusaka yang ada di keraton juga dimandikan pada bulan Muharram dikarenakan orang-orang Jawa menganggap benda-benda tersebut memiliki jiwa. Beberapa tips merawat pusaka keraton yang juga bisa diterapakan pada pusaka-pusaka keluarga pada umumnya. Benda-benda pusaka tersebut selalu dijamasi atau dicuci ada bulan Sura (Muharram) dan selalu pada hari Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon dengan para penjamas pusaka tersebut harus mengenakan pakaian adat Jawa Peranakan dan harus laki-laki yang memakai kain panjang, surjan dan penutup kepala blangkon. Tips merawat pusaka keraton tersebut harus diperhatikan oleh orang yang bertugas merawat pusaka.


Beli Benda Pusaka 

Keris Sebagai Benda Pusaka Indonesia


Indonesia dikenal dengan beragam budaya dan adat istiadat karena terdiri dari beribu-ribu pulau. Setiap propinsi di Indonesia mempunyai senjata sebagai ciri khas dari daerah tersebut, diantanya adalah keris. Keris adalah sejenis pedang tetapi lebih pendek yang berasal dari Pulau Jawa. Keris pada zaman purba telah ditemukan antara abad ke-9 dan ke-14. Selain digunakan sebagai senjata, kerus juga digunakan sebagai benda pusaka yang memiliki kekuatan magis. Keris pada zaman dulu berfungsi sebagai senjata dalam duel atau peperangan dan sebagai benda pelengkap sesaji. Pada zaman sekarang, keris lebih merupakan benda aksesoris dalam berbusana yang memiliki sejumlah symbol budaya atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.

Pengunaan keris tersebar di seluruh wilayah Indonesia khusunya pada masyarakat penghuni wilayah yang terpengaruh oleh Majapahit seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan dan sebagian Sulawesi. Selama ini, asal-usul keris belum ditemukan secara pasti darimana walaupun penyebutan istilah ‘keris’ telah tercantum dalam prasasti pada abad ke-9 Masehi. Kajiannya didasarkan pada analisis figure di relief candi atau patung. Mengenai fungsi keris dapat dilacak dari beberapa prasasti dan laporan-laporan penjelajah asing ke Nusantara. 

Keris pada zaman modern seperti sekarang ini memperoleh bentuknya pada masa Majapahit. Tetapi relief di beberapa candi seperti Candi Bahal sebagai bagian dari kerajaan Sriwijaya menunjukkan bahwa pada abad ke-10 dan ke-11 keris modern sudah menemukan bentuknya. Selain itu, uji karbon juga dilakukan pada keris temuan yang berasal dari Malang, Jawa Timur yang hasil uji karbonnya menunjukkan bahwa keris tersebut berasal dari abad ke-10 Masehi. Selain keris, contoh dari benda pusaka lainnya adalah batu permata, batu akik, bilah, parang, dan masih banyak lagi. Batu permata sendiri pun mempunyai ragam jenis dan fungsinya masing-masing, misalnya Alexandrite berfungsi untuk menolong orang dalam memusatkan pikiran yang ada pada diri mereka sendiri, memperbesar kemampuan untuk merasakan kebahagiaan dan meningkatkan rasa percaya diri. 

Sebagai pusaka, keris harus dirawat agar tidak berkarat atau rusak. Ada beberapa tips merawat pusaka keris yaitu mencuci pusaka/mutih. Mutih adalah bilah dan warangan keris harus dicuci dari berbagai noda, karatan atau kotoran terlebih dahulu. Kedua, mewarangi. Dalam proses mewarangi ada beberapa bahan yang diperlukan yaitu air, jeruk nipis dan kesehatan. Gunakan air dari sumur dan campurkan jeruk nipis ke dalam larutan warangan. Pada saat mewarangi, kondisi badan harus sehat karena jika kita sedang dalam keadaan tidak sehat, kita bisa mengeluarkan keringat yang akan mempengaruhi jalannya proses mutih dan mewarangi. Hal-hal tersebut adalah beberapa tips merawat pusaka keris.   


Beli Keris Boleh Mampir Kesini

Jenis-Jenis Batu Pemata dan Khasiatnya



Penduduk Indonesia sejak zaman megalitikum sudah mengenal kepercayaan animism dan dinamisme. Animisme adalah kepercayaan kepada roh-roh yang ada di bumi, misalnya nenek moyang atau leluhur yang sudah meninggal. Mereka percaya bahwa roh tersebut masih tetap hidup bersama mereka di bumi. Sebaliknya, dinamisme adalah suatu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan ghaib. Salah satu dari benda-benda tersebut adalah batu permata. Terdapat banyak fakta dari sumber sejarah yang membuktikan bahwa batu tersebut mempunyai khasiat tertentu sehingga masyarakat menjadikannya sebagai benda pusaka. 

Faktanya, ada alasan yang lebih rasional dan ilmiah tentang khasiat batu ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. (HC) Hisham Hashim dari Malaysia, batu bisa digunakan untuk pengobatan karena memiliki gelombang elektromagnetik sehingga batu dapat membetulkan medan elektromagnetik yang terganggu di tubuh manusia. Terlepas dari alasan rasional tersebut, kebanyakan masyarakat Indonesia lebih mempercayai batu tersebut sebagai benda pusaka.

Ada beberapa khasiat batu permata berdasarkan jenisnya. Pertama, Agate atau yang biasa disebut batu akik berfungsi membantu untuk hal-hal yang berhubungan dengan fisik dan emosional. Batu akik sendiri mempuyai sepuluh jenis yaitu Akik Lumut, Akik Pohon, Akik Garis/Pita, Akik Renda/Jalinan, Akik Menyerupai Bulu Burung, Akik Bintik-Bintik, Akik Dendrite, Akik India dan Akik Botswana. Kedua, Alexandrite berfungsi untuk menolong orang dalam memusatkan pikiran yang ada pada diri mereka sendiri, memperbesar kemampuan untuk merasakan kebahagiaan dan meningkatkan rasa percaya diri. Ketiga, Amethyst digunakan untuk meningkatkan kekuatan spiritual dan kewaspadaan intuitif seseorang. Keempat, Aquamarine digunakan untuk harapan yang baik dalam menjalani percintaan dan berkasih-kasihan. Kelima, Bloodstone berguna untuk menstimulasi aliran energy untuk semua penyembuhan, menghilangkan emosi, memerangi trauma fisik dan menstimulasi peredaran darah. Ada beberapa jenis khasiat batu lain yang fungsinya juga berbeda-beda.

Batu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya berfungsi sebagai pusaka juga harus dirawat agar tetap bebas dari karat dan terjaga dari kerusakan. Ada beberapa tips merawat pusaka yang harus diperhatikan. Pertama perlu disiapkan beberapa bahan untuk proses pembersihan yaitu limau nipis 3 biji, sabun, kain kapas bersih, air bersih/mutlak, larutan cuka makan bagi karat yang tebal dan berus bulu halus seperti berus gigi yang terpakai. Untuk pusaka yang berbentuk batu, rendamlah dengan air panas terlebih dahulu lalu bersihkan. Telitilah apakah pusaka tersebut berkarat atau tidak. Tips merawat pusaka berbeda-beda berdasarkan jenis pusakanya.

Belajar Membuat Form Login Sederhana Dengan Menggunakan Visual Foxpro


Belajar membuat form login sederhana dengan Microsoft visual foxpro.
Pertama tama sobat masuk kedalam program aplikasi visual foxpro. Saat berada dijendela Microsoft visual foxpro klik File -> New -> Project -> new file seperti pada gambar dibawah ini



Isikan nama file saat ini saya menulis dengan nama login.pjx

Masuk kedalam project manager klik data -> databases -> new
isikan nama database yang diinginkan untuk menyimpan data user untuk login.
Untuk database yang saya buat sekarang dengan nama USER.DBC
Tampil database designer - user buat table dengan cara : klik kanan -new table dengan nama LOGIN.dbf
Setelah itu sobat berada pada table desainer disinilah sobat akan membuat sebuat struktur table untuk program yang akan dibuat nantinya.

Isikan field baru dengan nama "namauser" Type datanya "Character" widthnya : "20" index : "ascending"

field baru diatas maksudnya akan terbuat rancangan tabel dengan input datanya tipenya character yaitu bisa diisikan dengan angka dan hurup dengan panjang input selebar 20 charakter dengan index (pengurutan) dari kecil ke besar.

Isikan lagi field baru dengan nama "password" type datanya "character" widthnya " "30" index : "ascending"
 artinya akan dibuat tabel rancangan Password dengan input  tipenya character yaitu bisa diisikan dengan angka dan hurup dengan panjang input selebar 30 charakter dengan index (pengurutan) dari kecil ke besar.
Agar sobat lebih memahami saya sisipkan gambar dibawah ini:

sekarang sobat sudah bisa membuat project , database dan tabel sendiri. Sekarang sobat akan saya ajak untuk petualangan selanjutnya yaitu membuat form login :D

Klik ok untuk menyimpan tabel yang sudah dibuat tutup tabel desainer.

Pada project manager buka document -> form -> new form

Bersambung


Membuat program aplikasi video shooting sederhana Dengan Visual foxpro